Press Releases
Stay updated with the latest news, exhibitions, and media coverage of Inge Gijzen. Explore below to discover press features, event announcements, and industry highlights as she makes her mark on the global art scene.
explore
Press & Media Releases
Explore the latest news, exhibitions, and media coverage of Inge Gijzen’s bold, textured abstract art.
The New art Anthology Book
My artwork was featured in The New Art Anthology, launched in Madrid on 15 February 2022.
The I Exhibition
I’m thrilled to have collaborated with @m.a.d.s.artgallery on this incredible exhibition! It was an honour to showcase my work alongside these talented artists:
@dominyka.l.art, @h.furukawa.art
@ingegijzen, @j_sjoman, @art.bykinga, @leonce_lemmens, @sallieoart, @vlpaintings
Sunday Mail Zimbabwe
My artwork was featured in the Sunday Mail Zimbabwe on 14 March 2021, highlighting my creative journey and artistic vision.
Portraits At Kikis Gallery in Harare Zimbabwe
Exclusive Art Exhibition Featuring Inge Gijzen and Sebastian Rous in Zimbabwe
On 22 April 2016, art enthusiasts gathered for a special Portraits Exhibition showcasing the works of Inge Gijzen and Sebastian Rous, marking their first-ever exhibition in Zimbabwe. Hosted at [venue name], the event featured a stunning collection of paintings, with the opening address delivered by Mrs. Emmah Mwila Chibesakunda.
Inge Gijzen, a Dutch-Indonesian artist, has drawn inspiration from her travels across Tanzania, Colombia, Bangladesh, The Netherlands, and Indonesia. Since moving to Harare in January 2015, she has been captivated by Zimbabwe’s vibrant colours, which have influenced her evolution from naturalist to abstract expressionist. Working with acrylics, bold colours, and textured layers, she creates unique, harmonious compositions.
Sebastian Rous, originally from Harare, studied Biology at the University of Edinburgh before pursuing fine art at Lavender Hill Studios in London. His works, influenced by realist and impressionist masters like Sargent, Zorn, Sorolla, and the Pre-Raphaelites, capture deep emotion and life through his painterly technique.
The exhibition also featured a unique piece by Wayne Stutchbury, created specifically for this event. It was an unforgettable celebration of artistic talent and cultural exchange.
Feature Article on Angloinfo
The article, written by Emvee and published on August 17, 2014, explores the artistic journey of Inge Gijzen. It delves into her inspirations, creative process, and the influences that shape her bold, textured abstract works.
SAPUAN GIJZENSAPUAN CAT INGE E. GIJZEN
Bandung – Bentuk-bentuk yang muncul ketika sapuan cat terkahir adalah ekspresi dari pesan pelukisnya. Melalui sapuanpelukis ingin mewujudkan bagaimana bentuk, baik wajah, tubuh atau obyek lain menjadi kesan bagi yang melihatnya. Inimerupakan cara memandang pelukis dengan tehnik lukisnya. Hal ini dipaparkan Inge E. Gijzen.
Karya-karyanya terpampang di Bale Pare Exhibition Hall, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung bersamaKedutaan Besar Seychelles untuk ASEAN, dengan bangga mendukung pameran lukisan ‘World Faces’ karya Inge E. Gijzenyang berlangsung dari tanggal 16 – 24 Maret 2013.
‘Saya melukis apa yang saya rasakan, mengikuti apa yang dikatakan oleh warna cat yang saya gunakan. Lukisan sayaberasal dari hati dan perasaan, dan terinspirasi dari beragam lingkungan, tempat, dan orang yang saya jumpai diberbagai negara. Dari sinilah sumber kreatifitas saya dalam mendapatkan sapuan warna cat yang unik dan tegas padakanvas’, ujar Inge Gijzen.***(Agung)
Source:
requisitoire-magazine.com
Lukisan Papandayanlukisan 'The Unique Faces' Dipamerkan Di Papandayan
BANDUNG (bisnis-jabar.com) – Inge Gijzen, pelukis berkewarganegaraan Belanda, menggelar pameran lukisan “TheUnique Faces” di The Papandayan Bandung.
Nita Janita Ekaniana, Public Relations Manager The Papandayan Bandung menyatakan pameran tersebut adalah pameranlukisan karya tangan Inge Gijzen yang dibuat secara eksklusif diatas kanvas menggunakan cat aklirik.
“Inge sering kali menetap dan melakukan banyak perjalanan ke berbagai macam negara seiring dengan tempat dimanasuaminya ditugaskan,” katanya melalui siaran pers.
Selama bertahun-tahun berada di luar negeri, Inge terinspirasi oleh keberagaman budaya, seni dan lingkungan darinegara-negara di mana dia tinggal.
Tema “The Unique Faces” dipilih karena dia terkesan dengan berbagai jenis ekspresi manusia yang menarik dan penuhwarna di seluruh dunia.
Saat di Kolombia, Inge mengembangkan minat membuat keramik dan patung. Hal tersebut dipengaruhi dengan penemuanartefak jaman Pra-Kolombia yang ditemukan di sebuah situs arkeologi.
Negara Afrika telah menginspirasi Inge dengan keindahan patung-patung batu yang dibuat oleh seniman di Zimbabwe.
Di Tanzania, Inge mengumpulkan patung-patung Makonde (kelompok etnik dari Afrika Timur) dari kayu. Patung-patungtersebut dibuat pada saat periode Ujamaa selama pemerintahan presiden Julius Kambarage Nyerere.
Sejak pertengahan 2006 dia menetap di Indonesia dan sejak itu pula Inge Gijzen telah membuat pameran yang sukses diJakarta.
Dia banyak terinspirasi oleh karya pelukis bernama Indyra. Inge Gijzen telah mengembangkan gaya lukisannya darinaturalis menuju abstrak ekspresionis.
Pelukis wanita satu ini senang berkarya menggunakan cat akrilik. Dia menggunakan warna-warna kuat, mencampur,memanfaatkan lapisan dan tekstur untuk mencapai hasil unik dan harmonis.
Karya lukisan Inge Gijzen terinspirasi oleh pelukis Indonesia bernama Popo Iskandar, dimana dapat jelas terlihat padakarya lukisan beliau “Whiskers, Feathers and Fins”. Selain Popo Iskandars, Inge pun terinspirasi dengan teknik melukisMonet.
Pembukaan pameran lukisan Inge Gijzen “Whiskers, Feathers and Fins” di Koi galeri, Jakarta, dilakukan oleh MarioBlanco, pelukis terkenal asal Ubud, Bali.
Dengan mengadakan pameran lukisan di The Papandayan, memungkinkan Inge Gijzen untuk mengeksplorasi kembalilatar belakangnya. Ayah beliau berasal dari Bandung.
Pameran lukisan “The Unique Faces” ini berlangsung di seluruh area The Papandayan, hotel yang berlokasi di Jalan GatotSubroto, Bandung, pada 9 Juli hingga akhir Agustus 2012. (k60/ajz)
Source:
www.bisnis-jabar.com
Karya Indonesiakarya Lukisan Inge Gijzen Terispirasi Dari Pelukis Indonesia
Bandung – Sebanyak 20 lukisan milik pelukis berdarah Belanda Inge Gijzen dipamerkan di The Papandayan, Bandungsejak 9 Juli 2012 hingga akhir Agustus mendatang. Salah satu lukisan Inge, terinspirasi dari pelukis Indonesia Popo
Iskandar.
Inspirasi yang ia dapat dari Popo tertuang dalam lukisan berjudul “Whiskers, Feathers and Fins”. Selain itu, Inge jugaterisnpirasi dari karya pelukis bernama Indyra. Inge bahkan membuat lukisan yang ia beri judul “Indyra Face”. Sesuaidengan judulnya, lukisan ini menggambarkan wajah Indyra sang inspirator.
“Indyra telah mempengaruhi dan mengajarkan Inge berbagai macam teknik melukis. Sejak itu, Inge mengembangkan gayalukisannya dari naturalis menuju abstrak ekspresionis,” ujar Nita Janita Ekaniana, Public Relations Manager ThePapandayan, saat ditemui detikbandung, Minggu (22/7/2012).
Inge bahkan membuat lukisan yang ia beri judul “Indyra Face”. Sesuai dengan judulnya, lukisan ini menggambarkanwajah Indyra sang inspirator.
Ciri khas dari Inge adalah kesukaannya untuk berkarya dengan menggunakan cat akrilik. Penggunaan warna-warnakuat, pencampur, pemanfaatkan lapisan dan tekstur untuk mencapai hasil yang unik dan harmonis menjadi teknik yangdigunakan Inge untuk berkarya.
Dengan metode melukis dengan menggunakan pisau palet, lukisan yang dihasilkan menjadi lebih bertekstur dan warna-warna yang dihasilkannya pun menjadi lebih unik dan tampak alami.
Nita menambahkan, pameran di sebuah hotel merupakan sebuah konsep pameran yang cukup baru di Bandung.Menempatkan lukisan di beberapa area hotel yang banyak dikunjungi orang membuat lukisan yang kerap dieksklusifkanmenjadi sesuatu yang bisa dinikmati oleh lebih banyak orang.
“Konsep pameran ini tujuannya sangat jelas. Agar semua orang bisa menikmati lukisan. Lukisan paling banyak dipajangdi area restoran karena memang area inilah yang paling sering dikunjungi orang. Paling banyak aktivitas. Dan orang yangdatang ke restoran pun tidak terbatas umur, gender, dan pekerjaan. Dari semua kalangan,” tutupnya.
Source:
Detik Bandung
The Papandayan Pamerkan Lukisan Karya Inge Gijzen
Bertempat di Pago Restaurant The Papandayan, jalan Gatot Subroto Bandung, Sabtu, (25/8/2012), pelukisberkewarganegaraan Belanda berlatar Indonesia Inge Gijzen memamerkan beberapa karya lukisannya bertajuk “TheUnique faces”.
Media yang dipakai Inge berupa kanvas, dengan sapuan cat aklirik dan dilukis secara eksklusif, ia terinspirasi olehkeberagaman budaya, seni dan lingkungan dari berbagai negara, diantaranya Kolombia, Zimbabwe, Tanzania, dantentunya Indonesia.
Inge Gijzen menetap di Indonesia sejak tahun 2006, dan pada akhirnya telah membuat beberapa pameran yang sukses diJakarta, ia terinspirasi karya pelukis Indyra, sehingga lukisannya bergaya naturalis menuju abstrak ekspresionis, darikarya – karyanya terlihat unik dan harmonis.
Pelukis lain yang menginspirasi Inge ialah Popo Iskandar, terlihat jelas dari lukisan Inge yang berjudul “Whiskers, Feathersand Fins”, sangat terlihat gaya Popo Iskandar disana, selain terinspirasi Popo Iskandar, Inge terinspirasi oleh teknikmelukis Monet, bahkan pelukis Mario Blanco pernah membuka pameran lukisan Inge di Koi Galeri Jakarta.
Pameran lukisan “The Unique Faces” telah berlangsung sejak Senin, (9/7/2012), dan akan berakhir akhir Agustus 2012,lukisan Inge Gijzen dibandrol seharga 4,5 juta hingga 5 juta rupiah, beberapa judul lukisan terkenalnya diantaranya: BlueBudha, Sexy Pink Lips, Purple Scraf, Portrait, Portrait face, half Face, Lady Red Hot, Asian Girl, Lila Lady, Mystic Eyes danBali Face.
Source:
http://arcom.co.id/2012/08/28/the-papandayan-pamerkan-lukisan-karya-inge-gijzen/
exhibition
The World Art Exhibition
Grande Dame Faces the World Art Exhibition by Inge E. Gijzen at Tugu Kunstkring Paleis
As a magnificent center for creative excellence, Tugu Kunstkring Paleis is committed to bringing fresh talent and excitingculturally rich events to the public on a revolving basis. One of the missions of the building is to celebrate and promoteartistic people from all over Indonesia as well as from countries around the world, and as part of its in-house series knownas Celebrating Creativity, each month a new artist will be proudly showcased to the public.
Inge E. Gijzen is a Dutch national with Indonesian roots, born in Holland in 1958. Her life journey as a diplomat’s wife hasnecessitated her to live and travel to countries and regions around the globe, wherever her husband has been posted for anassignment. During her many years abroad, Inge has been
inspired by the very different cultures, arts and surroundings inthe cities she has lived in. The diversity of energies that she encountered in Tanzania, Colombia, Bangladesh, TheNetherlands and Indonesia have definitely played a major role in shaping her creative vision. She developed much of herpainting craft and style in Jakarta under the guidance of an inspirational art instructor named Indyra who influenced andstimulated her to further develop and experiment with various painting techniques. Inge has developed her own personalartistic style ranging from naturalist to abstract expressionist and enjoys working with acrylics, always using strong colorswith many layers and much texture to achieve unique and harmonious results. Skillfully using a pallet knife, Inge taps intoher expressive and spontaneous energy to literally sculpt dazzling images onto the blank canvas. Having been deeplyinspired by works from great masters such as Popo Iskandar, Monet, Picasso, van Gogh, Gauguin and other contemporaryabstract artists, Inge exhibits a colorful force that is unique and all her own!
Beside being a productive artist, Inge understands the need to give back and has developed philanthropic pursuits enablingher to share her gifts with the less fortunate. Her favorite quote is by Anne Frank : “No one has ever become poor by giving”.Absolutely a vibrant and inspirational Grande Dame herself, do not miss the Inge E. Gijzen Art Exhibition of abstract andethnic portraits at Kunstkring. Exhibition will run from 18-26 July 2013. Open to the public daily from 11 AM to 8 PM
discover art Group exhibition
The Karoo Cafe
Inge Gijzen Showcases at Karoo Cafe Group Exhibition
Dutch-Indonesian artist Inge Gijzen took part in the lively Karoo Cafe Group Exhibition, an inspiring celebration of creativity, connection, and community in the heart of Pretoria. This dynamic event brought together a diverse range of local artists, each offering their unique voice and vision.
Inge’s contribution stood out for its signature bold textures and expressive colour palette, capturing the attention of art enthusiasts and fellow creatives alike. Her abstract expressionist works, shaped by years of global inspiration, brought a powerful emotional resonance to the showcase, inviting viewers to reflect on the human experience through colour and form.
The Karoo Café exhibition wasn’t just an art show, it was a gathering of creative souls, where wine, conversation, and visual art came together in a vibrant celebration of local talent.
Discover more about this memorable night and the artists who made it unforgettable in the full feature on Discover Art: Read the full article.
discover art Group exhibition
Art in the Piazza
A Celebration of Creativity and Hidden Artistry in Pretoria
Dutch-Indonesian artist Inge Gijzen brought her distinctive style and powerful creative energy to Pretoria’s art scene at the Art in the Piazza exhibition. Known for her bold, abstract expressionist works, Inge’s paintings captivated visitors with their dynamic brushstrokes, layered textures, and vibrant colour palettes. Drawing inspiration from her global travels and cultural heritage, her art stood out as one of the exhibition’s true highlights.
Set among a carefully curated collection of Pretoria’s emerging talents and creative “hidden gems,” Inge’s work resonated deeply with art lovers who gathered to celebrate local artistry. Her pieces invited viewers to explore themes of emotion, movement, and cultural identity, creating a lasting impression on all who attended.
Read more about this inspiring event in the Rekord News feature published on 30 June 2025: Hidden gems showcased to art lovers.
Explore the full coverage and experience the creativity that lit up Pretoria’s art scene.